Manfaat TIK dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa

A. Latar Belakang

Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah mata pelajaran wajib yang harus diberikan kepada siswa di SMP. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang mendukung program KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang diberlakukan di sekolah.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mata pelajaran TIK di KTSP pada tingkat SMP adalah siswa diharapkan mampu memahami penggunaan TIK dan prospeknya di masa datang, menguasai dasar-dasar keterampilan komputer, menggunakan perangkat pengolah kata dan pengolah angka untuk menghasilkan dokumen sederhana, memahami prinsip dasar internet dan menggunakannya untuk memperoleh informasi.

Salah satu materi yang diberikan pada pelajaran TIK adalah internet. Perkembangan internet yang begitu pesat membuat kita harus lebih kreatif dalam pemanfaatannya. Dampak positif dan negatif dari perkembangan internet telah jelas kita rasakan bersama. Salah satu dampak positif yang kita rasakan dari perkembangan itu adalah menjamurnya tempat membuat website atau webblog gratis di internet yang dapat mempublikasikan diri kita sendiri ke seluruh dunia.

Penggunaan TIK atau ICT (Information and Comunication Technology) menjadi sebuah cara yang efektif dan efisien dalam menyampaikan informasi dan saling berkomunikasi. Teknologi yang mendukung cara tersebut makin disempurnakan dari waktu ke waktu. Perkembangan ICT yang begitu cepat terkadang membuat kita belum siap untuk memanfaatkannya secara maksimal. Termasuk dalam pelajaran internet di sekolah. Siswa hanya diarahkan untuk memperoleh atau mencari informasi di internet, dan bukan menciptakan informasi. Hal ini terlihat dari Standar Kompetensi (SK) dalam KTSP 2006 yang hanya mengarahkan siswa untuk memahami dasar penggunaan internet dan menggunakan internet untuk memperoleh informasi. Akibatnya, siswa kurang terlatih untuk menciptakan atau memberikan informasi di internet. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya tugas-tugas di sekolah yang ditugaskan oleh guru untuk mencari informasi di internet.

Oleh karena itu perlu dicari solusi agar siswa tidak melulu mencari informasi, tetapi juga dapat menciptakan informasi di internet. Untuk dapat menciptakan informasi, siswa harus dilatih untuk memiliki kreativitas dalam menulis. Dengan memiliki kemampuan menulis, siswa diharapkan dapat mengekspresikan diri, melakukan sosialisasi, promosi dan berbagi kepada sesama. Hal itu dapat terjadi bila siswa memiliki dan mengelola Blog yang terupdate dengan baik.

Blog adalah tempat di mana kita dapat menciptakan, memberikan informasi dan berkomunikasi antar sesama kita di seluruh dunia. Blog adalah situs web yang mudah digunakan, di mana kita dapat dengan cepat memposting pemikiran kita sendiri, berinteraksi dengan orang lain, dan banyak lagi. Semua serba gratis.

Blog di internet sangat baik sekali manfaatnya untuk kita. Manfaat paling terasa dari Blog adalah menumbuhkan kreativitas kita dalam keterampilan menulis. Blog ibarat buku tulis atau buku agenda kosong yang siap untuk diisi dengan tulisan-tulisan orisinil kita. Dengan Blog, kita dituntut untuk kreatif membuat tulisan-tulisan kita sendiri yang enak dibaca, bermanfaat untuk orang lain, dan mengundang orang untuk beramai-ramai datang ke blog kita untuk memberikan komentar.

B. Tujuan

1.Meningkatkan kreativitas menulis siswa di kelas melalui pembelajaran yang mengundang. Siswa diharapkan untuk aktif menulis (learner centered) pada pembuatan Blog di internet dengan indikator terupdatenya Blog siswa dengan tulisan-tulisan yang memberikan informasi.

2. Mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan melatih siswa untuk belajar secara kreatif dan mandiri sehingga menghasilkan pembelajaran yang bermutu.

3. Memilih metode pembelajaran internet yang tepat melalui pembelajaran yang mengundang siswa untuk aktif menulis dengan suasana yang menyenangkan pada pembuatan Blog di internet.

4. Mengajarkan siswa untuk menulis di Blog tentang budaya sekolahnya (school culture), sehingga menimbulkan kebanggaan pada diri siswa bahwa sekolah mereka adalah sekolah terbaik.

5. Meningkatkan profesionalitas guru sebagai agen pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu.

C. Tinjauan Pustaka

Beberapa pendapat tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), sebagai berikut:

1. Y. Margono, mengatakan bahwa komputer selain untuk menulis, juga dapat digunakan sebagai media hiburan, seperti permainan, musik, dan film, juga dapat digunakan untuk mengembangkan bakat mereka, seperti mengolah musik, melukis dan mengasah keterampilan berbahasa asing, serta membantu menumbuhkan motivasi belajar. Dampak negatif komputer diantaranya siswa cenderung mengisolasi dirinya dari masyarakat, merusak moral, menciptakan kesombongan diri, mempengaruhi kejiwaan dsb.[1]

2. Senajutnya Sunarto, menambahkan bahwa komputer dapat memberikan kemudahan dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru, misalnya membuat tugas karya ilmiah. Komputer membantu proses belajar mengajar dalam menyediakan modul pembelajaran. Keuntungan komputer bagi guru diantaranya: memudahkan guru membuat sumber belajar yang atrakif dan menarik, memudahkan guru dalam membuat program pembelajaran siswa, memudahkan guru melakukan perhitungan penilaian bagi siswa, dan memudahkan guru dalam membuat modul belajar.[2]

3. Wahyu Wibowo. 2011. Cara cerdas menulis artikel ilmiah. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, hal. 1menambahkan tentang berpikir kritis dapat dipercaya sebagai keterampilan aktif seorang penulis dalam menginterpretasi dan mengevaluasi ihwal observasi, komunikasi, dan argumentasi yang dibangunnya.[3]

4. Selanjutnya Sri Artini. 2008. Terampil dan Aktif Berkomputer, untuk SD. Bandung: Grafindo Media Pratama, hal. 14.menegaskan bahwa komputer telah menjadi teknologi penting di sekolah. Penggunaan komputer tidak saja dirasakan manfaatnya oleh guru, tetapi juga oleh para siswa. Dengan komputer pembelajaran di sekolah menjadi mudah dan menyenangkan. Siswa dapat mempelajari berbagai program aplikasi komputer, seperti, program pengolah gambar, pengolah kata, dan pengolah angka. Selain itu siswa juga dapat mencari berbagai informasi melalui internet untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah.[4]

5. Akhirnya Lia Kuswayatno, mengungkapkan bahwa jika kita gemar menulis, seperti cerpen, novel atau sekadar menulis pengalaman sehari-hari, beberapa perangkat komputer akan membantu pekerjaanmu menjadi lebih mudah. Keuntungan memanfaatkan program ini diantaranya: naskah dapat ditulis tersusun rapi, mudah mengoreksi jika terjadi kesalahan penulisan, dan dapat menggunakan berbagai jenis huruf ataupun menyisipkan aneka bentuk gambar.[5]

D. Analisis dan Pembahasan

TIK mempunyai pengaruh yang cukup berarti terhadap proses dan hasil pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. TIK telah memungkinkan terjadinya individuasi, akselerasi, pengayaan, perluasan, efektivitas dan produktivitas pembelajaran yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Melalui penggunaan TIK setiap siswa akan terangsang untuk belajar maju berkelanjutan sesuai dengan potensi dan kecakapan yang dimilikinya.

Wahyu Wibowo, mengatakan bahwa berpikir kritis dipercaya sebagai keterampilan aktif seorang penulis dalam menginterpretasi dan mengevaluasi ihwal observasi, komunikasi, dan argumentasi yang dibangunnya.

Pembelajaran dengan menggunakan TIK menuntut keterampilan, kreativitas dan kemandirian diri sehingga memungkinkan mengembangkan semua potensi yang dimilikinya. Keterampilan, kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan. Kreativitas sangat diperlukan dalam hidup ini dengan beberapa alasan antara lain:

Pertama, kreativitas memberikan peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya,

Kedua, kreativitas memungkinkan orang dapat menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah,

Ketiga, kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup,

Keempat, kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.

Kreativitas merupakan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian. Kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang lain, dsb. Karya-karya kreatif ditandai dengan orisinalitas, memiliki nilai, dapat ditransformasikan, dan dapat dikondensasikan.

Kemandirian sangat diperlukan dalam kehidupan yang penuh tantangan ini sebab kemandirian merupakan kunci utama bagi individu untuk mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan dalam kehidupannya. Kemandirian didukung dengan kualitas pribadi yang ditandai dengan penguasaan kompetensi tertentu, konsistensi terhadap pendiriannya, kreatif dalam berfikir dan bertindak, mampu mengendalikan dirinya, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap berbagai hal.

Dengan memperhatikan ciri-ciri keterampilan, kreativitas dan kemandirian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa TIK memberikan peluang untuk berkembangnya keterampilan, kreativitas dan kemandirian siswa. Pembelajaran dengan dukungan TIK memungkinkan dapat menghasilkan karya-karya baru yang orsinil, memiliki nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk kepentingan yang lebih bermakna. Melalui TIK siswa akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga meningkatkan wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan keterampilan, kompetensi, kreativitas, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dalam hal ini kita sebut Komputer akan terus berkembang dengan pesatnya baik itu Perangkat Kerasnya (Hardware) maupun Perangkat Lunaknya (Software). Sudah banyak kita lihat dan dengar di semua bidang sudah menggunakan komputer yang sangat membantu pekerjaan manusia. Sebagai contohnya pemeriksaan jawaban UN

Menurut Sunarto, mengatakan bahwa komputer dapat memberikan kemudahan dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru, misalnya membuat tugas karya ilmiah. Komputer membantu proses belajar mengajar dalam menyediakan modul pembelajaran. Keuntungan komputer bagi guru diantaranya: memudahkan guru membuat sumber belajar yang atrakif dan menarik, memudahkan guru dalam membuat program pembelajaran siswa, memudahkan guru melakukan perhitungan penilaian bagi siswa, dan memudahkan guru dalam membuat modul belajar.

Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) secara umum diartikan sebagai teknologi yang memiliki fungsi penunjang proses penyampaian informasi dan komunikasi. Dengan berkembangnya TIK, para pengirim dan penerima pesan dapat berkomunikasi dan berinteraksi melalui telepon, melalui internet, email, satelit, televise, video conference, dsb.Hal ini juga berlaku dalam pembelajaran bahasa. Dalam pembelajaran bahasa terjadi komunikasi antara pengajar (guru) dan siswa, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan guru dan siswa dalam satu ruangan atau tempat tertentu secara langsung. Sebagai contoh, guru dapat   memanfaatkan media TIK melalui video conference, yang memungkinkan guru mengajar atau memantau siswa yang sedang belajar dengan melihat dan berkomunikasi secara langsung meskipun guru tidak bersama-sama dengan siswa diruang / tempat yang sama.

Dalam konteks tertentu TIK dapat juga berperan sebagai “guru” atau “tutor”. Dalam pembelajaran bahasa, berbagai pihak seringkali menganggap bahwa mengajarkan tata bahasa (grammar) merupakan pemborosan waktu (waste of time) dan bahkan membosankan (boring). Pemanfaatan TIK-komputer sebagai sarana untuk menunjang pembelajaran tata bahasa, memberikan kenyamanan tersendiri baik bagi guru maupun siswa. Setelah program selesai dirancang, guru tidak perlu setiap kali menjelaskan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa terkait dengan tatabahasa tertentu, karena siswa dapat mempelajari  tata bahasa melalui program pembelajaran bahasa menggunakan komputer sesuai dengan ketertarikan, kebutuhan, dan waktu yang dimiliki oleh siswa tanpa harus merasa malu saat siswa membuat kesalahan dalam menjawab soal-soal latihan dan mereka dapat mempelajari kembali materi dan latihan yang belum mereka pahami.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bukan merupakan teknologi yang berdiri sendiri, tetapi merupakan kombinasi dari hardware dan software. Hal penting yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran yaitu hardware dan software yang tersedia dan jenis metode pembelajaran yang akan digunakan. Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya presentasi, demonstrasi, eksperimen virtual, dan kelas virtual. Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan, yang sekarang telah berkembang dari pemakaian OHP menjadi komputer/laptop dan LCD proyektor.

Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan TIK diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan video, sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang disampaikan. Pada zaman ini contohnya kita menggunakan software yang paling banyak digunakan untuk presentasi yakni Microsoft Powerpoint. Pada presentasi pun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan presentasi, diantaranya: jangan terlalu banyak tulisan yang harus ditampilkan agar mudah mengertinya, tulisan jangan terlalu kecil supaya tidak sulit dilihat, perbanyak memasukkan gambar dan animasi agar menarik dan memotivasi untuk belajar, dan usahakan bentuk presentasi yang interaktif agar peserta belajar bisa mudah memahami.

Dengan berkembangnya penggunaan TIK diharapkan akan ada pergeseran-pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line”, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” seperti kelas virtual.

Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu (1) siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru, (2) harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi siswa dan guru, dan (3) guru harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar dapat mencapai standar akademik.

Keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran adalah:

1)Membangkitkan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurangi kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya.

2) Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran.

3) Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar.

4) Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan.

5) Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam. Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa.

Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) secara umum diartikan sebagai teknologi yang memiliki fungsi penunjang proses penyampaian informasi dan komunikasi. Sejalan dengan berkembangnya teknologi, TIK dengan dukungan sistem dan jaringan (network) komputer memungkinkan manusia untuk berkomunikasi dengan melihat fisik maupun mendengar suara secara langsung meskipun pihak-pihak yang berkomunikasi berada ditempat yang berbeda.

Faktor-faktor penunjang pemanfaatan media TIK dalam pembelajaran seperti:

1.Tingginya motivasi warga sekolah yang ingin maju dan ingin selalu mengikuti perkembangan IPTEK terutama TIK,

2.Dukungan yang tinggi dari seluruh warga sekolah, termasuk komite sekolah, serta pemerintah daerah untuk mewujudkan ketersediaan media TIK yang memadai di sekolah.

3.Tersedianya aliran arus listrik yang memadai hampir di seluruh sekolah, meskipun ada beberapa daerah yang belum mendapat aliran listrik dan masih menggunakan generator sebagai pembangkit listrik,

4.Tersedianya buku penunjang penggunaan media TIK dalam pembelajaran, walaupun masih terbatas jumlahnya,

5.Tersedianya jaringan internet, terutama di sekolah-sekolah yang sudah mandiri di perkotaan.

Faktor-faktor penghambat (kendala) yang mempengaruhi pemanfaatan media TIK dalam menunjang pembelajaran antara lain sebagai berikut:

1.Secara keseluruhan, jumlah media TIK yang tersedia di sekolah masih terbatas;

2.Masih banyak guru yang gagap teknologi dan belum mampu betul mengoprasikan media TIK yang tersedia di sekolah;

3.Masih kurangnya pelatihan-pelatihan pembelajaran dengan menggunakan TIK

4.Di beberapa daerah tertentu arus listrik padam atau berubah-ubah (naik turun voltasenya)

Dalam dunia pendidikan peran TIK makin signifikan sampai ke daerah-daerah walaupun masih ada kendala-kendala terutama yang dihadapi oleh guru, tetapi pemanfaatan TIK dalam pembelajaran mendapat perhatian serius dari pelaksana pendidikan (stakeholder)nya.

Hal tersebut disimpulkan oleh Sri Artini, yang mengatakan bahwa komputer telah menjadi teknologi penting di sekolah. Penggunaan komputer tidak saja dirasakan manfaatnya oleh guru, tetapi juga oleh para siswa. Dengan komputer pembelajaran di sekolah menjadi mudah dan menyenangkan. Siswa dapat mempelajari berbagai program aplikasi komputer, seperti, program pengolah gambar, pengolah kata, dan pengolah angka. Selain itu siswa juga dapat mencari berbagai informasi melalui internet untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah.

Saat ini TIK berkembang pesat dan terus mengalami berbagai perubahan. Oleh karena itu pembelajaran TIK di sekolah sangat penting. Pembuatan sebuah blog merupakan sebuah motivasi siswa dalam menulis yang dapat mencurahkan  ide-ide yang berkaitan dengan pendidikan dan  pengajaran. Berbagai  pengalaman  yang  dituliskannya  dalam  blog diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan membangkitkan motivasi para pembaca agar lebih bersahabat dengan TIK.

Lia Kuswayatno, mengatakan bahwa jika kamu gemar menulis, seperti cerpen, novel atau sekadar menulis pengalaman sehari-hari, beberapa perangkat komputer akan membantu pekerjaanmu menjadi lebih mudah. Keuntungan memanfaatkan program ini diantaranya: naskah dapat ditulis tersusun rapi, mudah mengoreksi jika terjadi kesalahan penulisan, dan dapat menggunakan berbagai jenis huruf ataupun menyisipkan aneka bentuk gambar.

Menulis pada dasarnya bukan hanya sekedar menuangkan isi pikiran ke dalam bentuk tulisan, tetapi lebih pada proses kreatif dalam menuangkan gagasan ke dalam wacana agar dapat dibaca, dipahami dengan mudah, dan lebih dari itu menarik untuk dibaca.

Untuk dapat menulis dengan baik, siswa terlebih dahulu dilatih untuk memiliki kreativitas dalam menulis. Dengan memiliki kemampuan menulis, siswa diharapkan dapat mengekspresikan diri, melakukan sosialisasi, promosi dan berbagi kepada sesama. Salah satu media yang dapat digunakan untuk menumbuhkan minat siswa dalam menulis adalah dengan cara mengelola blog yang ter up-date dengan baik.

Untuk mewujudkan hal di atas diperlukan minat dan krativitas, karena minat dan kreativitas begitu penting dalam hidup manusia. Tanpa minat dan kreativitas manusia tidak akan mampu bertahan menghadapi perubahan yang semakin cepat. Salah satu bentuk minat dan krativitas itu dapat dituangkan dalam bentuk menulis.

Menulis adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengungkapkan gagasan atau ide kedalam bentuk tulisan. Sebenarnya dalam proses pembelajaran, mata pelajaran apa pun, ada kegiatan-kegiatan yang menuntut siswa untuk menulis. Menjawab pertanyaan pemahaman secara tertulis berkaitan dengan topik bahasan, membuat catatan sendiri, membuat rangkuman atau membuat laporan adalah kegiatan-kegiatan menulis yang biasa dilakukan di dalam proses pembelajaran. Terlebih dalam pembelajaran bahasa, baik pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, siswa belajar tentang teori-teori menulis dengan sedikit praktik menulis. Namun, ternyata kegiatan-kegiatan tersebut tidak serta merta menjadikan siswa terampil menulis.

Blog adalah publikasi sederhana naskah-naskah yang ditata berdasarkan urutan waktu seperti layaknya sebuah jurnal atau catatan harian. Sistem yang dipakai dikenal dengan CMS (Content Management System). CMS biasa dipakai sebagai tempat dimana seseorang dapat menciptakan, memberikan informasi dan berkomunikasi antar sesama di seluruh dunia. Blog adalah situs web yang mudah digunakan tanpa dituntut paham bahasa HTML (Hypertext Markup Language), dimana seseorang dapat dengan cepat memposting pemikirannya sendiri, berinteraksi dengan orang lain, dan banyak lagi yang semuanya serba gratis. Keterampilan yang dibutuhkan hanyalah kemampuan menulis atau mengetik dengan komputer.

Blog diinternet baik sekali manfaatnya, yakni menumbuhkan kreativitas dalam keterampilan menulis. Blog ibarat buku tulis atau buku agenda kosong yang siap untuk diisi dengan tulisan orisinil. Dengan blog seseorang dituntut untuk kreatif membuat tulisan-tulisan sendiri yang enak dibaca, bermanfaat untuk orang lain, dan mengundang orang lain untuk beramai-ramai datang ke blognya untuk saling berinteraksi dan memberikan komentar. Kegiatan ngeblog bukan sekadar menjadi kegiatan menghabiskan waktu luang yang sia-sia apabila dilakukan secara optimal. Menulis dan menerbitkan naskah di blog akan sangat bermanfaat bagi si penulisnya maupun si pembacanya.

Blog telah menjadi tren perkembangan TIK berbasis internet saat ini. Bahkan blog sudah banyak diperlombakan oleh berbagai lembaga. Aplikasi blog juga terbukti sangat membantu guru dalam mengembangkan pembelajaran di sekolah. Dengan blog, guru dapat memasukkan materi pelajarannya dengan suasana yang berbeda dari membaca buku teks, sehingga siswa dapat belajar mandiri dari blog yang dibuat guru. Proses pembelajaran akan terjadi, bila blog yang dibuat guru mengundang dan menarik siswa dalam membacanya, sehingga terjadi interaksi antara siswa dan guru. Karenanya, guru pun harus dapat mengajarkan siswa membuat blog di internet. Proses kreatif akan muncul dari pembuatan blog yang sangat interaktif ini. Melalui pembuatan blog akan terlihat kreativitas menulis siswa dan guru.

Kenyataan yang ada di kelas-kelas, peserta didik kurang banyak membaca dan mendengar sehingga mereka kurang mampu menulis dengan baik. Menulis seolah menjadi beban berat yang sangat sulit dilakukan. Mereka lebih senang bermain games dan berchating ria juga  bertukar foto di friendster atau facebook. Friendster, facebook, dan games telah berhasil menarik siswa ke dalam pembelajaran yang mengundang siswa untuk aktif daripada menulis. Padahal menulis adalah sebuah kreativitas yang dapat dimunculkan apabila seseorang sering berpikir dan terus berlatih menulis dalam proses pembelajaran.

Dalam bidang pendidikan, khususnya pembelajaran bahasa Indonesia, ada beberapa aspek kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis sastra dan kebahasaan. Dalam pelaksanaannya, aspek-aspek tersebut seharusnya mendapat porsi yang seimbang dan terpadu. Keempat aspek tersebut dapat dimiliki oleh siswa melalui proses pemahiran yang dilatihkan dan dialami, sesuai dengan perkembangan siswa untuk mahir berkomunikasi dan memecahkan masalah.

Keempat aspek keterampilan berbahasa tersebut menjadi landasan pembelajaran sejak SD hingga perguruan tinggi. Setiap pembelajar diberdayakan kompetensinya untuk menguasai keempat aspek tersebut (meskipun sulit mencari orang yang menguasai keempatnya). Dikaitkan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, aspek keterampilan berbahasa menjadi komponen menarik untuk menerapkannya. Suatu teknologi ditemukan dan dikembangkan untuk kemaslahatan umat manusia. Dengan teknologi segala hajat hidup dapat dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien. Bahkan, para pemakai bahasa pun dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kompetensi berbahasa, baik secara reseptif maupun produktif.

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus diajarkan pada siswa. Keterampilan menulis mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan menulis merupakan syarat untuk berkecimpung dalam berbagai bidang atau kegiatan. Hal ini mengandung pengertian betapa pentingnya keterampilan dan kemampuan menulis dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran menulis, ternyata mampu meningkatkan hasil belajar bahasa.

Teknologi merupakan produk kreatif manusia untuk memenuhi berbagai keperluan hidup secara efektif. Saat ini teknologi informasi termasuk karya besar manusia untuk mengejawantahkan segala keinginannya. Internet sebagai bagian dari produk teknologi informasi berkembang pesat dan telah membawa perubahan yang luar biasa pada segala aspek kehidupan manusia. Tak pelak lagi internet telah mempengaruhi pola berkomunikasi antarmanusia dalam dunia maya. Melalui internet setiap orang dapat berkomunikasi. Bahkan, dunia pendidikan pun tidak luput untuk memanfaatkannya sehingga kelas maya dapat tercipta.

Istilah internet sebenarnya merupakan singkatan dari interconnected networking yang berarti jaringan-jaringan komputer yang saling terhubung.  Dari definisi tersebut, gabungan beberapa jaringan di beberapa gedung pun dapat juga disebut sebagai internet.  Namun perlu diingat pula bahwa istilah internet mengacu pada gabungan jaringan komputer di seluruh dunia, jadi yang dimaksud dengan internet disini adalah gabungan jaringan komputer di seluruh dunia yang membentuk suatu sistem jaringan informasi global.

Selama menggunakan internet, kita seakan-akan dapat menjelajahi seluruh penjuru dunia dengan mengakses informasi di computer server (situs web) yang bermarkas di berbagai tempat.  Internet seakan-akan merupakan dunia tersendiri yang memungkinkan kita pergi mengunjungi berbagai tempat secara cepat, melihat informasi yang kita inginkan, membuka kotak surat dan membaca pesan serta berkenalan dengan orang-orang yang identitasnya tak kita ketahui dengan pasti dibelahan bumi manapun, semua itu kita lakukan hanya dengan duduk didepan komputer.  Karena itulah dunia internet juga disebut sebagai dunia maya, dunia semu yang tidak nyata.

Internet menawarkan banyak fasilitas untuk dunia pendidikan. Fasilitas komunikasi yang disediakan internet telah memungkinkan kelas online menjadi kenyataan dengan mempergunakan halaman web berbasis teks, surat elektronik (e-mail), pertukaran teks dan atau suara secara langsung (Internet Relay Chat), dan berbagai fasilitas multimedia interaktif. Dengan demikian, kegiatan belajar-mengajar dapat dilaksanakan, baik yang bersifat tertunda (delayed, seperti melalui e-mail) maupun secara langsung atau instan (real-time, misalnya melalui IRC dan audio-video conferencing). Pengajar dan peserta didik dapat melakukan komunikasi lintas waktu sehingga pembelajaran dapat dimasimalkan untuk pencapaian hasil belajar.

Kemampuan adalah wujud atau hasil dari proses mental dalam mengorganisasikan dan menyusun kembali bahan atau informasi untuk mencapai tujuan tertentu. Proses yang terjadi untuk menghasilkan kemampuan tersebut sering dilakukan secara otomatis atau tidak disadari seseorang. Hasil yang diperoleh dari proses tersebut yang dapat dilihat dan diamati.

Manfaat lain adalah TIK-komputer dapat menjadi buku referensi yang tak terpisahkan. Komputer dapat menyimpan hasil tulisan atau referensi yang tak terbatas, yang dapat diakses kapan pun, dan oleh siapa pun pada saat yang sama, yang menjadikannya lebih efesien dibandingkan dengan buku-buku pada umumnya.

Jika dikombinasikan dengan media yang lain, seperti video, TIK-komputer dapat berperan sebagai teman bagi siswa dalam permainan edukatif, atau sebagai sumber materi belajar, yang dapat memberikan ilustrasi konsep yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, sebagaimana ilustrasi interaktif dan atraktif.

Materi berbasis-teks dan materi audio-video dapat digunakan untuk memaparkan atau menjelaskan materi menulis kepada siswa. Beberapa peralatan TIK yang membantu dalam menyampaikan presentasi di antaranya 1) materi berbasis teks pada web atau CD-ROM; 2) perekam audio dengan dukungan teks pada web atau CD-ROM; 3) perekam video dengan dukungan teks pada web atau CD-ROM; dan 4) presentasi PowerPoint pada papan tulis elektronik.

Berbagai latihan menulis dapat dilakukan dengan TIK. Caranya dengan menggabungkan persentasi stimulus dalam beragam kombinasi format teks, materi audio dan video. TIK juga memberikan kemungkinan untuk menganalisis respon menulis siswa dengan umpan balik dan percabangan yang tepat.

Dalam menerapkan TIK pada pembelajaram menulis, guru dapat memberikan materi menulis yang siap digunakan maupun membuat materi latihan menulis sendiri menggunakan beragam peralatan komputer. Sejumlah peralatan tersedia untuk membantu guru dan siswa dalam mengerjakan tulisan/terbitan mereka secara kolaboratif. Yang kemudian diterbitkan dalam Local Area Network (LAN). Siswa dapat menggunakan TIK untuk menerbitkan karya mereka dalam berbagai sarana yang ada di internet.

Teknologi membantu guru dan siswa dalam berkomunikasi untuk mendiskusikan dan bimbingan tugas menulis. Beberapa di antaranya bisa melalui email, linguanet forum, Netlearn, konferensi audio, atau konferensi video. Computer dapat bertindak sebagai stimulus yang membangkitkan analisis, pemikiran kritis, diskusi, dan penulisan. Program yang melibatkan simulasi sangat efektif sebagai stimulus.

Beberapa kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran bahasa memberikan manfaat yang besar bagi siswa di antaranya; 1) membuat siswa dapat belajar dengan lebih efektif dan lebih baik, serta menyadari potensinya; 2) memfasilitasi akses terhadap kesempatan belajar yang lebih luas; 3) membuat penyampaian dan pengelolaan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

Di samping itu, penggunaan komputer dan internet dalam pembelajaran menulis memiliki kelebihan di antaranya; 1) kemudahan mencari rujukan; 2) kemudahan memublikasikan hasil menulis; 3) kolaborasi; dan 4) kemandirian dalam belajar.

Y. Margono, mengatakan bahwa selain untuk menulis, komputer juga dapat digunakan sebagai media hiburan, seperti permainan, musik, dan film, juga dapat digunakan untuk mengembangkan bakat mereka, seperti mengolah musik, melukis dan mengasah keterampilan berbahasa asing, serta membantu menumbuhkan motivasi belajar.

Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila siswa tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.

Komputer dan jaringan komputer (intranet dan internet) memberikan kemudahan bagi para siswa atau mahasiswa. Para siswa dapat memperoleh bahan-bahan pembelajaran melalui perpustakaan elektronik (e-library) atau buku elektronik (e-book) untuk mendapatkan koleksi perpustakaan berupa buku, modul, jurnal, majalah, atau surat kabar. Kehadiran Internet juga memungkinkan dilakukannya pembelajaran jarak jauh (e-learning). Maksudnya untuk mendapatkan materi pelajaran, para siswa atau mahasiswa tidak harus terikat dengan ruang dan waktu di ruang kelas pada jam-jam pelajaran. Mereka dapat memperoleh materi melalui komputer di rumah yang tersambung dengan internet atau melalui warnet-warnet yang tnemberikan layanan akses internet. Bahkan, dimungkinkan para siswa atau mahasiswa melakukan komunikasi dengan guru atau dosen melalui fasilitas e-mail atau berbicara atau bertatap muka melalui fasilitas teleconference/ video-conference.

Di samping untuk kegiatan pembelajaran, teknologi informasi dan komunikasi juga dapat digunakan untuk kegiatan administratif para guru. Misalnya, mengetahui data siswa, seperti nama, orang tua siswa, asal, latar belakang pendidikan sebelumnya, maupun data akademik seperti jadwal, nilai-nilai siswa, dan catatan prestasi. Kegiatan pemrosesan nilai untuk menentukan nilai rata-rata, ranking, kelulusan, dan kejuaraan sekolah dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan tepat. Para guru tidak perlu lagi melakukan penghitungan secara manual dengan bantuan mesin hitung kalkulator karena apabila nilai sudah dimasukkan ke dalam sistem komputer, proses penghitungan akan dilakukan oleh komputer juga dan hasilnya dapat dilihat dalam sekejap.

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan orang  dapat memantau perkembangan pendidikan anaknya melalui komputer dan internet. Sehingga, mereka dapat mengetahui dan melihat hasil pembelajaran anaknya, mulai nilai harian, penugasan, nilai ujian, dan prestasi secara keseluruhan.

Melalui pembelajaran yang mengundang diharapkan siswa akan lebih aktif bertanya, bercerita, mengungkapkan isi hatinya, belajar secara mandiri, dan memiliki kreativitas menulis. Kenyataan yang ada di kelas-kelas, peserta didik kurang banyak membaca dan mendengar, sehingga mereka kurang mampu menulis dengan baik. Menulis seolah menjadi beban berat yang sangat sulit dilakukan. Mereka lebih senang bermain games dan berchating ria juga bertukar foto di friendster atau facebook. Friendster, facebook, dan games telah berhasil menarik siswa ke dalam pembelajaran yang mengundang siswa untuk aktif daripada menulis. Padahal menulis adalah sebuah kreativitas yang dapat dimunculkan apabila seseorang sering berpikir dan terus berlatih menulis dalam proses pembelajaran.

E. Simpulan dan Rekomendasi

Simpulan

1. Bagi siswa, pembelajaran dalam menulis dengan menggunakan media internet dapat memecahkan permasalahan kesulitan dalam pembelajaran menulis. Selain itu, dapat dijadikan dasar bagi siswa bahwa keterampilan menulis dapat membuka wawasan dan cakrawala berpikir. Karena dengan menulis, siswa dapat menggali daya imajinasi berpikirnya.

2. Bagi guru, dapat menambah variasi metode pembelajaran menulis. Guru yang mengajarkan kompetensi menulis dapat menambah variasi metode mengajar yang tepat dan menyenangkan salah satunya dengan menggunakan media internet. Dengan memilih metode pembelajaran yang tepat dan menyenangkan, diharapkan siswa menyukai dan menikmati kegiatan menulis. Jika siswa merasa senang dengan pelajaran menulis, diharapkan kemampuan menulis siswa dapat meningkat

3. Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat menambah hasil penelitian pembelajaran menulis khususnya di jenjang pendidikan SMP. Melalui kegiatan menulis, siswa dapat mempublikasikan tulisannya melalui sarana yang dimiliki oleh sekolah. Dengan publikasi yang dapat dibaca oleh masyarakat luas, dapat dijadikan ajang promosi sekolah secara khusus untuk memeperkenalkan kepada masyarakat tentang keunggulan sekolah. Masyarakat akan dapat menilai sekolah dari hasil tulisan siswa yang dipublikasikan tersebut.

Rekomendasi

1. Pembelajaran menulis dengan menggunakan media internet perlu ditingkatkan karena dapat membuka wawasan, cakrawala berpikir dan menggali daya imajinasi berpikir siswa

2. Guru hendaknya menambah variasi metode pembelajaran menulis yang menyenangkan dengan salah satunya membuat Blog melalui media internet.

3. Guru diharapkan dapat menambah hasil penelitian tentang pembelajaran menulis dan mempublikasikan tulisannya melalui sarana internet.

DAFTAR PUSTAKA

Kuswayatno, Lia. 2007. Mahir Berkomputer, Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk SMP. Bandung: Grafindo Media Pratama, hal.5.

Margono, Y 2007. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Yudhistira, hal. 40.

Sunarto. 2008. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: PT. Grasindo, hal.37.

Wibowo, Wahyu. 2011. Cara cerdas menulis artikel ilmiah. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, hal. 1

http://aristorahadi.wordpress.com/2008/08/23/peran-tik-dalam-pembelajaran/. Tgl. 18/7-2012

http://www.sman3-tbk.sch.id/component/content/article/1-terbaru/71-pentingnya-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik.html. tgl. 19/7-2012.

http://yantopanj.wordpress.com/2012/01/12/manfaat-tik-dalam-pendidikan/. Tgl. 18/7-2012

http://www.engineeringtown.com/teachers/index.php/artikel/47-pemanfaatan-tik-sebagai-media-pembelajaran-di-masa-depan.html. tgl. 20/7-2012.

http://winarniwinter.blogspot.com/2012/01/manfaat-tik-dalam-pembelajaran.html.tgl.20/7-2012

http://sriyuniartati.wordpress.com/2011/02/16/pembelajaran-keterampilan-menulis-cerpen-berbasis-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik/. tgl. 21/7-2012.

http://sriyuniartati.wordpress.com/2011/02/16/pembelajaran-keterampilan-menulis-cerpen-berbasis-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik/. Tgl. 21/7-2012.

http://endangkarima.wordpress.com/2012/02/17/pemanfaatan-tik-dalam-pembelajaran-menulis/. tgl. 21/7-2012.


[1]Y. Margono. 2007. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Yudhistira, hal. 40.

[2] Sunarto. 2008. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: PT. Grasindo, hal.37

[3] Wahyu Wibowo. 2011. Cara cerdas menulis artikel ilmiah. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, hal.1

[4] Sri Artini. 2008. Terampil dan Aktif Berkomputer, untuk SD. Bandung: Grafindo Media Pratama, hal. 14.

[5]Lia Kuswayatno. 2007. Mahir Berkomputer, Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk SMP. Bandung: Grafindo Media Pratama, hal.5.

 

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s